Selasa, 21 Februari 2012

JIKA AKU MENJADI GUBERNUR BANK INDONESIA



            Disini, saya akan menguraikan impian saya jika saya menjadi Gubernur Bank Indonesia.
Menjadi Gubernur Bank Indonesia adalah suatu mimpi yang sangat tinggi bagi saya. Karena selain jabatan yang tinggi dan terhormat, menjadi Gubernur Bank Indonesia adalah suatu tugas besar yang harus saya jalankan dengan penuh tanggung jawab dan bijaksana.
             
           Bank Indonesia adalah bank sentral yang dapat mengedarkan uang di Indonesia. Uang adalah sebuah aset yang memiliki nilai begitu tinggi. Dengan begitu sebagai bank sentral, Bank Indonesia berwenang dalam kelancaran nilai rupiah untuk kehidupan ekonomi di masyarakat.
           
            Jika saya menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia, saya akan menjungjung tinggi nilai rupiah agar lebih bermakna di kalangan masyarakat terutama untuk para koruptor. Bank Indonesia mempunyai tujuan untuk menjaga kestabilan nilai rupiah. Tetapi, sampai saat ini, nilai rupiah masih disalahgunakan. Untuk kalangan atas, nilai rupiah bagi mereka adalah suatu kesenangan yang harus dihambur-hamburkan. Sedangkan bagi kalangan bawah, nilai rupiah merupakan sesuatu yang sangat berharga dan mereka sangat menghargai setiap nilai rupiah yang mereka miliki.
            
            Di mata dunia, nilai rupiah sampai saat ini masih terlihat begitu rendah dibandingkan dengan mata uang lainnya. Oleh karena itu, sebagai Gubernur Bank Indonesia, sebisa mungkin saya akan menjadikan rupiah bernilai tinggi. Tetapi, mungkin keinginan tersebut belum ada artinya jika kita melihat kondisi ekonomi masyarakat menengah, nilai rupiah belum bisa seimbang dengan mata uang lainnya. Keadaan sosial masyarakat yang masih rendah menjadikan nilai rupiah masih begitu minim. Diharapkan dengan adanya rupiah, masyarakat bisa berfikir lebih realistis dan tidak konsumtif. Setidaknya, dapat menambah lapangan kerja yang tidak merugikan (ramah lingkungan). Dengan begitu, tidak ada lagi masyarakat pengangguran dan nilai rupiah dapat menyetarakan kedudukannya dengan mata uang lainnya, seperti tujuan awal Bank Indonesia sendiri yaitu menjaga kestabilan nilai rupiah.
            
             Selain itu, saya ingin menjadikan Bank Indonesia bukan hanya sebagai "pencetak dan pengedar uang" saja, melainkan bisa menjadi lembaga yang dapat mensejahterakan rakyat dari sudut pandang ekonomi. Sehingga, tidak akan ada lagi pengedaran uang palsu di masyarakat. Karena kualitas dan kuantitas uang adalah tanggung jawab Bank Indonesia, maka saya tidak ingin oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut bisa mencetak dan mengedarkan uang palsu seenaknya tanpa peduli dengan dampak yang akan ditimbulkannya.

              Walau bagaimanapun, manusia adalah orang yang tidak mudah puas atas segala sesuatunya. Apalagi, jika diberi jabatan yang tinggi seperti menjadi Gubernur Bank Indonesia. Tetapi, saya tidak ingin seperti itu, saya hanya ingin bertanggung jawab atas jabatan tersebut, mencoba belajar untuk bijaksana dalam mengambil keputusan agar kewenangan saya sebagai Gubernur Bank Indonesia tidak menjadi salah jalan. Kembali ke tugas utama Bank Indonesia yaitu mengatur kewenangan uang. Oleh karena itu, uang adalah materi pokok yang harus sering diamati dan selalu di musyawarahkan. Pengamatan stabilitas uang juga harus selalu diperhatikan untuk kesejahteraan masyarakat. Agar warga pedalaman dapat mengenal lebih manfaat dan kegunaan uang untuk bisa menggunakannya dengan sebaik mungkin. 
              
              Uang adalah sumber tujuan utama hidup kita. Karena dengan adanya uang, kita dapat melakukan apapun yang kita inginkan. Asalkan kita dapat menggunakan nya dengan baik dan masih pada aturan yang tidak melenceng. Mari kita pergunakan uang dengan sebaik mungkin agar masa depan kita cerah secerah matahari... :)

              Demikian penjabaran saya atas artikel ini.

                                      "Dreams and money are our future assets"